Coba-coba
ngarang-ngarang lirik lagu ne.. tapi ko pas udah jadi aneh ya hasilnya...
agak-agak lebay gimana gituhhh,menggalau-galau ria.. hohoho...
but it's ok.. I just wanna try..ahahaha...
but it's ok.. I just wanna try..ahahaha...
Lirik #1
Tiadalah Yang Tak Berarti
Andai kau tahu betapa besar naungan cinta yang terlimpah
Sejuta anugerah yang ada padamu
Mewarnai jejak-jejak dihidupmu
Walau kadang kau terjatuh
Walau kadang kau terhempas
Namun semua tiadalah yang tak berarti
Memberimu arti hidup sebenarnya
Tiadalah yang tak berarti......
Bangkitlah kau kawan..
Bangun dan berlarilah kejar citamu
Sejuk embun pagi kan sanggup sirami asamu yang mulai hilang
Matahari takkan berhenti mengobarkan semangatmu
Pegang erat tanganku jika kau mulai terjatuh
Bersandarlah dibahuku jika kau mulai lelah
Hidup ini indah walau kadang terasa kejam
Tapi semua tiadalah yang tak berarti
Biar Rasa Ini Bersamaku
Dan ketika aku mengenal dirimu
Disaat-saat kumulai melupakan cinta
Entahlah apa yang kurasakan
Sesuatu datang ke dalam hati ini
Bila salah satu bintang adalah satu milikku
Mungkinkah itu engkau ?
Inspirasi nyata dalam hidup
Kaulah semangatku..
Dan mungkin kau hanya akan menjadi kekasih
Yang hanya ada disisi lain hidupku
Indah namun takkan tersampaikan oleh kata
Biar hanya aku seorang yang tahu
Biarlah kusimpan dan terus kusimpan
Lama sudah kuukir wajahmu dalam hati
Walau tak sanggup aku memanggilmu dalam kata
Biarlah rasa ini terus bersamaku
Beribu rasa ini akan terus kusimpan
Hingga akupun tersadar dimana ini kan berujung
Karna rinduku tak pernah berubah arah
Biarlah rasa ini terus bersamaku
Lirik ke#3
Kau Sang Penjajah Hati
Dan dikala malam terduduk dibawah langit bertabur bintang
Teringat engkau kekasih hati yang dulu pernah indahkan hariku
Sejenak kurasakan kau ada disampingku
Berbagi kisah antara kita
Kudengar lagu yang biasa kau nyanyikan
Merobek kembali hati yang dulu pernah terluka
Adakah kau tahu betapa luka hati takkan bisa hilang
Walau kadang terasa tlah hilang semua lara hati
Ku sebut kau Sang Penjajah Hati
Yang menanam benih dihati setiap wanita
Mawar hitam yang penuh duri
Tampak indah namun ternyata menyakiti
Wahai kau sang penjajah hati
Aku tak pernah tahu apa maksudmu
Menebarkan ribuan benih mawar hitam
dalam setiap hati gadis yang kau temui
Cintakah yang kau tanamkan disana?
Lukakah yang kau tinggalkan disana?
Wahai kau sang penjajah hati...
Kisah Kita
Rintik
hujan membawa dirimu kembali
Dalam
sebuah dimensi yang berbeda
Ingatkan
kembali manisnya senyuman
Kau
gadisku yang tlah lama berlalu
Aku
bersembunyi dari kerinduan yang datang
Tapi
bayangmu menemukanku
Memasung
hati dalam kisah yang tlah lama hilang
Kau
gadisku yang tlah lama pergi
Aku
takkan pernah sesali lepaskan kau jelita hati
Mencoba
menahan gejolak jiwa yang masih membuncah
Menarik
kembali seluruh harapanku padamu
Karna
itu terbaik untuk kita
Kenyataan
ini mungkin sebuah kepahitan
Tapi
tak ragu untuk kutinggalkan
Jangan
pula kau anggap aku pengecut
Aku
tak ingin nodai kesucian cinta
Kudengar
lagu yang biasa kita nyanyikan
Memutar
kembali kisah yang tlah lama berlalu
Menyisakan
sebuah luka dihati
Namun
itu membuat aku merasa bersamamu
Kaulah
indahku dan sakitku
Takkan
pernah ku lupa kisah kita
Sabtu,
05 Mei 2012
23.00
WIB
Pas aku lagi nongkrong sama temen-temen depan Indomart yang di jalan Sirojudin, tiba-tiba ada temen SMS minta dibikinin puisi dengan tema WSCF (Wahana Solidarity Chemo Forever = sebutan buat keluarga kimia FSM UNDIP) buat acara PENSI HM besok dikampus,, dengan modal nekad akhirnya aku terima tuh tawaran temen. Gara-gara keasyikan ngobrol alhasil baru aku kerjain pas jam sebelas malem, padahal temen minta cepet buat latian dulu. Dengan sekuat tenaga nuklir akhirnya aku baru nyelesein pas tengah malem, yaaa.... itupun dengan alakadarnya. Pikirku gapapalah yang penting udah buat, dipake syukur enggak juga gak papa. Pas jadi, dibaca-baca dulu terus langsung aja aku kirim lewat email.
Besoknya aku baru bisa dateng ke acara pensinya pas tengah hari, gara-garanya musti ngurusin pendaftaran Expo PKM dulu. Pas masuk ruangan ternyata acaranya lumayan rame, ada beberapa dosen sama beberapa keluarganya, beberapa orang alumni sama temen-temen dari semua angkatan. Aku pikir maha karyaku (huahahaha gaya ya segala mahakarya) gak dibacain, tapi kata temen-temen sih katanya dibacain. Kebetulan aku ketemu sama salah satu pembaca puisinya (yang baca puisi dua orang), aku liat dia bawa-bawa kertas, kayaknya sih skrip puisi gitu. Tapi aku perhatiin ko kayaknya itu bukan karya aku ya. Timbul deh neting dalam benak aku. Duh kayaknya dia bacain puisi bikinannya tapi bilangnya skripnya aku yang buat gara-gara dia gak enak udah minta tolong sama aku. Sumpah jadi gak enak banget.. Ogah banget puisi karya orang dibilang karyaku pikirku. Tiba-tiba temenku yang minta tolong dibikinin puisi dateng, dia bilang kenapa dateng telat? tanyanya, yahh kamu jadi gak liat penampilan aku bacain puisi kamu. Trus aku bilang aja emang ada agenda yang gak bisa ditinggal. Dengan penuh penasaran akhirnya aku tanyain emang puisi bikinan aku beneran dibaca, dia jawab iya, aku bilang ko diskripnya beda. Dan akhirnya dia cerita kalo yang baca puisi tu dua orang dengan dua puisi yang berbeda. Ohhhh.... syukur kalo gitu,hehehe..
ni dia ni puisinya...
ni dia ni puisinya...
Bagaimana Kita menjadi ?
Memang...
batu adalah sebuah
benda keras
yang terbentuk dari ribuan unsur yang berikatan,
terpadu menjadi satu dalam
sekumpulan besar...
Namun aku tak pernah
ingin kita menjadi sebuah batu
Karna sedikit benturan atau bahkan gempuran dari benda lain
Batu akan terpecah,,
Terpisah menjadi kerikil-kerikil... bahkan menjadi butiran-butiran pasir..
Lalu aku berfikir..
Apa kita harus menjadi sebuah pohon?
Yang tumbuh menghijau dipinggiran jalan
Tempat berteduh dikala panas tiba..
Namun aku berfikir..
Aku tak pernah siap untuk kehilangan
Layaknya pohon yang
kehilangan daun-daunnya ketika musim gugur tiba..
aku tertegun dibawah rintik-rintik hujan, memikirkan
seharusnya kita menjadi apa?
Kubuka kedua tanganku
menahan rintikan hujan yang jatuh...
Kurasakan..
Kuamati..
Kuremas dengan penuh kekesalan, seharusnya kita menjadi apa?
namun aku tahu,, sia-sia aku meremasnya..
seketika aku terperanjat,
aku tahu kita harus menjadi apa..
Kenapa kita tidak menjadi air saja?
Air tidak akan terpisah..
walaupun pedang paling tajam didunia mencabik-cabiknya..
atau bahkan kau tahu
ketika air menguap..
sebenarnya mereka
akan kembali bersatu lagi menjadi embun yang menyejukkan.
Kawan...
Mari kita seperti air
Yang tak pernah terpisah
Yang tak mudah dicerai berai
ayo kita saling
berpegangan
Menjadi satu dalam sebuah ikatan..
WSCF
Wahana Solidarity Chemo Forever
Tidak ada komentar:
Posting Komentar