Selasa, 02 April 2013

Ya... Dia Yang Bernama "HIDUP"

Entah mengapa akhir-akhir ini saya senang sekali merenung sendiri memikirkan dia. Ya dia yang bernama "HIDUP".  Mendengar kata tersebut rasanya baru kemarin sore belajar membaca Al-Quran, disurau tempat dimana dulu ibu saya belajar mengaji, baru kemarin pagi rasanya saya belajar disekolah dasar bermain bersama teman sekampung halaman menikmati masa kanak-kanak yang penuh fantasi. Kemudian
rasanya baru kemarin saya masuk MTs, kemudian berlanjut ke SMA, mulai merasakan dunia remaja yang penuh dengan ego, merasa diri sudah dewasa.

Namun ternyata saya sadar... itu sudah lama sekali. Betapa waktu terasa cepat berlalu. Ingin rasanya saya kembali ke masa-masa itu, masa kanak-kanak yang penuh dengan kebahagiaan, masa yang dilewati tanpa sedikitpun beban, benar-benar dunia yang penuh dengan kepolosan. Dulu saya berfikir bahwa menjadi orang dewasa itu pastilah senang hidupnya. Bebas melakukan apapun tanpa ada yang melarang, bebas pergi kemanapun seperti apa yang diinginkan,.Makanya dulu saya selalu berharap untuk cepat menjadi dewasa. Nyatanya dugaan saya salah. Menjadi dewasa itu ternyata penuh dengan tanggung jawab. Terlebih tanggung jawab terhadap diri.

Akhir-akhir ini saya merasakan kegalauan yang teramat mendalam akan hidup saya. Saya terus memikirkan hidup saya sekarang. Banyak pertanyaan-pertanyaan yang muncul dipikiran saya. Saya merasa hidup saya begitu tidak berarti, saya merasa tidak ada yang bisa dibanggakan pada diri saya, saya merasa hanya menjadi beban bagi orang-orang terdekat saya dan banyak lagi hal-hal yang saya rasakan. Benar-benar menyakitkan rasanya. Saya hidup didunia ini sedikitpun tidak pernah berharap untuk hanya menjadi seonggok daging yang tidak berguna, seoonggok daging yang tidak berarti ataupun tidak melakukan apapun untuk hidup. Saya juga tidak pernah berharap untuk terlahir sebagai manusia yang hanya menjadi peramai dunia ini.SUNGGUH TIDAK PERNAH BERHARAP DEMIKIAN. Saya berharap terlahir kedunia ini agar bisa bermanfaat bagi hidup ini dan bagi orang-orang disekitar saya. Begitu banyak yang ingin saya lakukan, tapi saya merasa bodoh karena tidak bisa berbuat apa-apa, saya merasa tidak memiliki apapun untuk saya berikan. Ya.. perasaan ini lah yang membawa saya ketitik hidup yang benar-benar berada ditepi jurang kebingungan. Apa yang harus saya lakukan?

Suatu hari saya pernah bertanya kepada-Nya Maha Pemilik Hidup, saya bertanya sebenarnya dimasa mendatang saya akan dijadikannya menjadi orang yang seperti apa? sehingga saat ini banyak sekali pelajaran-pelajaran dan cobaan-cobaan yang diberikanNya kepada saya. Saya tahu ini bukanlah hal yang perlu saya pertanyakan. Bukanlah hak saya. Seharusnya saya sadar, inilah dia yang bernama "HIDUP".


***

Ya Allah... hamba hanya berharap, ketika hamba pulang nanti, hamba sudah benar-benar melaksanakan apa yang diinginkan dalam hidup hamba.

Tidak ada komentar: